Popular Posts

Widget by Blogger Buster

Popular Posting

Read more: http://template-tutorial.com/2009/06/popular-post-widget-for-blogger-blogs.html#ixzz0a09L4lPq

rss

Wednesday, December 9, 2009

Kaitan Rukun Islam dan Prinsip-prinsip Akhlak

Tema: Kaitan Rukun Islam dan Prinsip-prinsip Akhlak


Pemateri: Ummu Fatih

Disampaikan dalam kajian-muslimah online, senin, 2 Februari 2008



Alhamdulillah hirobbli’aalamiin, segala puji kita panjatkan ke hadirat

Ilahi Rabbi, Penguasa Seluruh Alam. Atas rahmat dan kasih sayangNya, kita

semua bisa hadir di sini utk tolabul’ilm.

Walaupun di tengah2 berbagai kesibukan di depan komputer, tapi Allah SWT

masih memberikan waktu luang buat kita, untuk sejenak merajut ukhuwah

lewat kajian cyber ini dan mencari ilmu Allah.

InsyaAllah, pada kesempatan ini, saya akan membawakan satu tema ttg Kaitan

rukun Islam dan Prinsip-prinsip Akhlak

Tentu utk kita semua disini, sebagai muslim, sudah sangat hapal apa itu

rukun Islam Bahkan mungkin banyak jg yg bisa menjelaskan apa makna-maksud

setiap butirnya. Ada Syahadat, Sholat, Zakat, Shaum di bulan Ramadhan dan

Haji ke Baitullah Dari kelima rukun Islam itu ternyata memiliki kaitan yg

sangat erat dg Akhlak, bahkan rukun Islam adalah pedoman bagaimana seorang

muslim seharusnya ber-akhlak.

Rasulullah SAW diutus kepada kita mengemban tugas utk menyempurnakan

Akhlak

Al-Hadits : “ Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang

mulia” (HR.Malik)

Begitu pentingnya akhlak dalam islam seakan tidak ada ajaran agama kecuali

akhlak. Oleh karena itu akhlak menjadi landasan hidup dan pijakan dalam

berbicara , bersikap dan berprilaku, sebagaimana firman Allah SWT:

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”(Q.S.

Al-Qalam, 68: 4)

Al-Hadist : Agama adalah akhlak yang baik (HR.Hakim)

“Kaum mukminin yang paling sempurna imannya, adalah orang yang paling baik

akhlaknya.” (HR. Ahmad, Al Hakim dll)

Rukun Islam sangat erat kaitannya dengan akhlak. Dua kalimat syahadat,

shalat, zakat, shaum dan haji tidak dapat dipisah-pisahkan dari prinsip

nilai akhlak. Setiap rukun itu harus berdampak positif pada perubahan

perilaku dan gaya hidup seorang muslim. Ok..kita bahas satu2 yah…

1. Mengucapkan dua kalimat syahadat, menuntut kejujuran dan keikhlasan.

Mengucapkan syahadat bukan sekedar formalitas utk menjadi muslim akan

tetapi lebih jauh dan dalam adalah sbg bukti keyakinan yang kuat dan

kejujuran yang sempurna serta keikhlasan yang dalam utk menerima islam

sebagai system hidup.

Bila seorang muslim JUJUR dalam menerima syahadat ini, tidak akan terjadi

penolakan2 terhadap hukum2 yg ALlah sudah tetapkan.

Bagaimana ALlah telah menetapkan garis, mana yg dihalalkan olehNya, mana

yg diharamkan olehNya, semua jelas, dan mana juga kemudahan2 yg ditawarkan

Allah SWT agar kita makhlukNya tidak sulit dalam menjalankan ajaranNya.

Rasulullah SAW bersabda : “ Tidak ada seorang hamba yang mengucapkan laa

ilaaha illallah kemudian mati dengan komitmen padanya melainkan ia masuk

syurga” ( HR.Bukhari)

“Barangsiapa yang menghadap Allah dengan dua kalimat syahadat tanpa

meragukan sedikitpun maka ia masuk syurga”(HR.Ahmad)

Inilah bukti bahwa kemurnian Syahadat bagi seorang muslim akan terealisasi

dari Akhlaknya dan baginya pahala surga yg telah dijanjikan. Ini

satu-satunya TIKET MASUK SYURGA.

Tidak Ada Tuhan SELAIN Allah dan Nabi Muhammad SAW utusan Allah.

2. Menegakkan shalat, berdampak pada mencegah kejahatan dan kemungkaran

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadmu, yaitu Al-Kitab 8Al-Qur’an) dan

dirikanlah shalat.Sesungguhnya shalat itu mencegah diri dari

(perbuatan-perbuata n) keji dan mungkar dan sesungguhnya mengingat Allah

(shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain)

dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Ankabuut, 29 :45)

mengapa masih banyak orang sholat namun tidak mampu mencegah dirinya

berbuat maksiat pada ALlah???

itu artinya, masih banyak kaum muslim yg tidak memahami hakikat shalat.

Kerapihan dan penghayatan makna shalat akan membawa seseorang berakhlak

mulia dan akan terjadi pula sebaliknya. Bila shalatnya tidak dipahami dg

baik, maka tidak akan berpengaruh apa2 pada kemuliaan akhlaknya.

Menjauhkan diri dari sifat buruk dan mensucikan diri dari semua perkataan

serta amal buruk adalah hakikat shalat

Hadits Qudsi :

“Sesungguhnya Aku menerima shalatnya seseorang yang tawadhu’ karena

keagunganKu, tidak sombong terhadap makhlukKu, tidak terus menerus

melakukan maksiat terhadapKu, menghabiskan siangnya untuk berzikir

kepadaKu, menyayangi orang miskin, ibnu sabil dan janda serta menyantuni

orang yang terkena musibah.” (HR.Al-Bazzar)

Apa yg kita lakukan bila terkena masalah??sebagai muslim, Allah SWT telah

memberikan jalan keluar..yakni dg shalat. Dengan begitu, walaupun kita

dalam kondisi di uji Allah, tetap sabar.

”Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang

demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS

Al-Baqarah: 45).

3. Mengeluarkan zakat dapat menghilangkan penyakit pelit dan mengembangkan

semangat solidaritas.

merupakan bentuk penanaman perasaan kasih dan sayang, Fungsi zakat adalah

penguat hubungan antar orang-orang yang saling mengenal, serta penyatuan

lintas strata masyarakat.

Tujuan zakat tercantum dalam Al-Qur’an Al Kariim :

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu mereka

membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.

Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka dan Allah

Maha Mendengar dalgi Maha Mengetahui. (Q.S. An-Nissa: 77)

Tidak ada kata terlambat, mulai saat ini, kita lihat harta kita, apakah

masih banyak yg belum terzakati? tidak dikeluarkan sedekahnya? Maka

segeralah keluarkan, agar harta yg kita pakai utk makan keluarga, sekolah,

dll merupakan harta bersih yg telah disucikan dg zakat dan sedekah.

4. Shaum di bulan ramadhan dapat mengendalikan diri dari nafsu syahwat

yang memiliki kecenderungan negative.

Ibadah shaum ini tidak dipandang hanya sebatas larangan makan dan minum

dalam rentang waktu tertentu, tapi merupakan tahapan larangan bagi jiwa

manusia mengendalikan syahwatnya yang cenderung negative.

“Bukanlah puasa itu hanya sekedar tidak makan dan minum. Puasa itu adalah

meninggalkan ucapan yang sia-sia dan kata-kata yang jorok. Jika seseorang

mencacimu atau berbuat jahil kepadamu katakana saja,”Aku sedang puasa’”.

(HR. Ibnu Khuzaimah)

5. Menunaikan haji ke tanah suci sebagai pembentuk sikap totalitas kepada

Allah, karena dituntut jihad harta, jihad fisik, jihad waktu dan

kepasrahan diri dalam melaksanakan ritual haji yang telah ditetapkan.

Ini adalah klimaks dari pelaksanaan rukun islam lainnya. Bagaimana

totalitas kita berserah diri utk ibadah kepada Allah SWT

Haji adalah jihad harta - jihad fisik

Sebagian orang mengira bepergian ke tanah suci ibarat wisata dan jauh dari

pesan moral dan nilai luhur dari berbagai ritual ghaib didalamnya. Ini

adalah salah besar.

Allah SWT berfirman :

“Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang

menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh

rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan didalam masa mengerjakan

haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah

mengetahuinya. Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa

dan bertakwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal,” (Q.S.

Al-Baqarah:197)

Rafats adalah berjima’ atau melakukan hal-hal yang mengundang timbulnya

birahi, atau berbicara tentangnya di hadapan wanita (Lihat Tafsir Ibnu

Katsir 1/236-237).

Demikianlah para muslimah sekalian, lemahnya dan bobroknya akhlak adalah

bukti kelemahan iman.

Betapa seringnya Allah mengawali kitabnya dengan “Hai orang-orang yang

beriman….” Selanjutnya Allah menyebutkan tugas yang dibebankan kepada

mereka.

Kekuatan iman terlihat dari bagaimana ia berprilaku pada tamu,

tetangganya, berkata-kata, dll.

Semoga kita tidak menjadi orang-orang yang BANGKRUT…….apa itu bangkrut?

“ Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?” Mereka menjawab,”Orang

bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya dirham dan harta

benda.”Beliau bersabda,”Orang bangkrut dikalangan umatku adalah seseorang

yang datang pada hari kiamat nanti dengan shalat, zakat dan puasanya. Ia

datang pada hari itu dan sebelumya pernah mencaci di ini, menuduh si ini,

memakan harta si ini, menumpahkan darah di ini, dan memukul ini. Maka yang

ini diberi dari kebaikannya (ibadahnya) dan itu dari kebaikannya

(ibadahnya). Jika kebaikannya sudah habis sebelum melunasi.


Related Posts by Categories



0 komentar:


Post a Comment