Pemateri: Ummu Fatih
Disampaikan dalam kajian-muslimah online, senin, 2 Februari 2008
Alhamdulillah hirobbli’aalamiin, segala puji kita panjatkan ke hadirat
Ilahi Rabbi, Penguasa Seluruh Alam. Atas rahmat dan kasih sayangNya, kita
semua bisa hadir di sini utk tolabul’ilm.
Walaupun di tengah2 berbagai kesibukan di depan komputer, tapi Allah SWT
masih memberikan waktu luang buat kita, untuk sejenak merajut ukhuwah
lewat kajian cyber ini dan mencari ilmu Allah.
InsyaAllah, pada kesempatan ini, saya akan membawakan satu tema ttg Kaitan
rukun Islam dan Prinsip-prinsip Akhlak
Tentu utk kita semua disini, sebagai muslim, sudah sangat hapal apa itu
rukun Islam Bahkan mungkin banyak jg yg bisa menjelaskan apa makna-maksud
setiap butirnya. Ada Syahadat, Sholat, Zakat, Shaum di bulan Ramadhan dan
Haji ke Baitullah Dari kelima rukun Islam itu ternyata memiliki kaitan yg
sangat erat dg Akhlak, bahkan rukun Islam adalah pedoman bagaimana seorang
muslim seharusnya ber-akhlak.
Rasulullah SAW diutus kepada kita mengemban tugas utk menyempurnakan
Akhlak
Al-Hadits : “ Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang
mulia” (HR.Malik)
Begitu pentingnya akhlak dalam islam seakan tidak ada ajaran agama kecuali
akhlak. Oleh karena itu akhlak menjadi landasan hidup dan pijakan dalam
berbicara , bersikap dan berprilaku, sebagaimana firman Allah SWT:
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”(Q.S.
Al-Qalam, 68: 4)
Al-Hadist : Agama adalah akhlak yang baik (HR.Hakim)
“Kaum mukminin yang paling sempurna imannya, adalah orang yang paling baik
akhlaknya.” (HR. Ahmad, Al Hakim dll)
Rukun Islam sangat erat kaitannya dengan akhlak. Dua kalimat syahadat,
shalat, zakat, shaum dan haji tidak dapat dipisah-pisahkan dari prinsip
nilai akhlak. Setiap rukun itu harus berdampak positif pada perubahan
perilaku dan gaya hidup seorang muslim. Ok..kita bahas satu2 yah…
1. Mengucapkan dua kalimat syahadat, menuntut kejujuran dan keikhlasan.
Mengucapkan syahadat bukan sekedar formalitas utk menjadi muslim akan
tetapi lebih jauh dan dalam adalah sbg bukti keyakinan yang kuat dan
kejujuran yang sempurna serta keikhlasan yang dalam utk menerima islam
sebagai system hidup.
Bila seorang muslim JUJUR dalam menerima syahadat ini, tidak akan terjadi
penolakan2 terhadap hukum2 yg ALlah sudah tetapkan.
Bagaimana ALlah telah menetapkan garis, mana yg dihalalkan olehNya, mana
yg diharamkan olehNya, semua jelas, dan mana juga kemudahan2 yg ditawarkan
Allah SWT agar kita makhlukNya tidak sulit dalam menjalankan ajaranNya.
Rasulullah SAW bersabda : “ Tidak ada seorang hamba yang mengucapkan laa
ilaaha illallah kemudian mati dengan komitmen padanya melainkan ia masuk
syurga” ( HR.Bukhari)
“Barangsiapa yang menghadap Allah dengan dua kalimat syahadat tanpa
meragukan sedikitpun maka ia masuk syurga”(HR.Ahmad)
Inilah bukti bahwa kemurnian Syahadat bagi seorang muslim akan terealisasi
dari Akhlaknya dan baginya pahala surga yg telah dijanjikan. Ini
satu-satunya TIKET MASUK SYURGA.
Tidak Ada Tuhan SELAIN Allah dan Nabi Muhammad SAW utusan Allah.
2. Menegakkan shalat, berdampak pada mencegah kejahatan dan kemungkaran
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadmu, yaitu Al-Kitab 8Al-Qur’an) dan
dirikanlah shalat.Sesungguhnya shalat itu mencegah diri dari
(perbuatan-perbuata n) keji dan mungkar dan sesungguhnya mengingat Allah
(shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain)
dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Ankabuut, 29 :45)
mengapa masih banyak orang sholat namun tidak mampu mencegah dirinya
berbuat maksiat pada ALlah???
itu artinya, masih banyak kaum muslim yg tidak memahami hakikat shalat.
Kerapihan dan penghayatan makna shalat akan membawa seseorang berakhlak
mulia dan akan terjadi pula sebaliknya. Bila shalatnya tidak dipahami dg
baik, maka tidak akan berpengaruh apa2 pada kemuliaan akhlaknya.
Menjauhkan diri dari sifat buruk dan mensucikan diri dari semua perkataan
serta amal buruk adalah hakikat shalat
Hadits Qudsi :
“Sesungguhnya Aku menerima shalatnya seseorang yang tawadhu’ karena
keagunganKu, tidak sombong terhadap makhlukKu, tidak terus menerus
melakukan maksiat terhadapKu, menghabiskan siangnya untuk berzikir
kepadaKu, menyayangi orang miskin, ibnu sabil dan janda serta menyantuni
orang yang terkena musibah.” (HR.Al-Bazzar)
Apa yg kita lakukan bila terkena masalah??sebagai muslim, Allah SWT telah
memberikan jalan keluar..yakni dg shalat. Dengan begitu, walaupun kita
dalam kondisi di uji Allah, tetap sabar.
”Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang
demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS
Al-Baqarah: 45).
3. Mengeluarkan zakat dapat menghilangkan penyakit pelit dan mengembangkan
semangat solidaritas.
merupakan bentuk penanaman perasaan kasih dan sayang, Fungsi zakat adalah
penguat hubungan antar orang-orang yang saling mengenal, serta penyatuan
lintas strata masyarakat.
Tujuan zakat tercantum dalam Al-Qur’an Al Kariim :
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu mereka
membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.
Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka dan Allah
Maha Mendengar dalgi Maha Mengetahui. (Q.S. An-Nissa: 77)
Tidak ada kata terlambat, mulai saat ini, kita lihat harta kita, apakah
masih banyak yg belum terzakati? tidak dikeluarkan sedekahnya? Maka
segeralah keluarkan, agar harta yg kita pakai utk makan keluarga, sekolah,
dll merupakan harta bersih yg telah disucikan dg zakat dan sedekah.
4. Shaum di bulan ramadhan dapat mengendalikan diri dari nafsu syahwat
yang memiliki kecenderungan negative.
Ibadah shaum ini tidak dipandang hanya sebatas larangan makan dan minum
dalam rentang waktu tertentu, tapi merupakan tahapan larangan bagi jiwa
manusia mengendalikan syahwatnya yang cenderung negative.
“Bukanlah puasa itu hanya sekedar tidak makan dan minum. Puasa itu adalah
meninggalkan ucapan yang sia-sia dan kata-kata yang jorok. Jika seseorang
mencacimu atau berbuat jahil kepadamu katakana saja,”Aku sedang puasa’”.
(HR. Ibnu Khuzaimah)
5. Menunaikan haji ke tanah suci sebagai pembentuk sikap totalitas kepada
Allah, karena dituntut jihad harta, jihad fisik, jihad waktu dan
kepasrahan diri dalam melaksanakan ritual haji yang telah ditetapkan.
Ini adalah klimaks dari pelaksanaan rukun islam lainnya. Bagaimana
totalitas kita berserah diri utk ibadah kepada Allah SWT
Haji adalah jihad harta - jihad fisik
Sebagian orang mengira bepergian ke tanah suci ibarat wisata dan jauh dari
pesan moral dan nilai luhur dari berbagai ritual ghaib didalamnya. Ini
adalah salah besar.
Allah SWT berfirman :
“Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang
menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh
rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan didalam masa mengerjakan
haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah
mengetahuinya. Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa
dan bertakwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal,” (Q.S.
Al-Baqarah:197)
Rafats adalah berjima’ atau melakukan hal-hal yang mengundang timbulnya
birahi, atau berbicara tentangnya di hadapan wanita (Lihat Tafsir Ibnu
Katsir 1/236-237).
Demikianlah para muslimah sekalian, lemahnya dan bobroknya akhlak adalah
bukti kelemahan iman.
Betapa seringnya Allah mengawali kitabnya dengan “Hai orang-orang yang
beriman….” Selanjutnya Allah menyebutkan tugas yang dibebankan kepada
mereka.
Kekuatan iman terlihat dari bagaimana ia berprilaku pada tamu,
tetangganya, berkata-kata, dll.
Semoga kita tidak menjadi orang-orang yang BANGKRUT…….apa itu bangkrut?
“ Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?” Mereka menjawab,”Orang
bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya dirham dan harta
benda.”Beliau bersabda,”Orang bangkrut dikalangan umatku adalah seseorang
yang datang pada hari kiamat nanti dengan shalat, zakat dan puasanya. Ia
datang pada hari itu dan sebelumya pernah mencaci di ini, menuduh si ini,
memakan harta si ini, menumpahkan darah di ini, dan memukul ini. Maka yang
ini diberi dari kebaikannya (ibadahnya) dan itu dari kebaikannya
(ibadahnya). Jika kebaikannya sudah habis sebelum melunasi.
0 komentar:
Post a Comment